Friday, 25 September 2015

4 Syarat Poligami

4 Syarat Poligami
 
Poligami adalah salah satu di antara syariat Islam.
Poligami adalah salah satu di antara syariat Islam. Poligami juga adalah syariat yang banyak juga ditentang di antara kaum muslimin. Yang katanya merugikan wanita, menurut mereka yang memegang kaedah emansipasi perempuan.
Namun poligami sendiri bukanlah seperti yang mereka pikirkan. Para ulama menilai hukum poligami dengan hukum yang berbeda-beda. Salah satunya adalah Syaikh Mustafa Al-Adawiy. Beliau menyebutkan bahwa hukum poligami adalah sunnah. Dalam kitabnya ahkamun nikah waz zafaf, beliau mempersyaratkan 4 hal:
1- Seorang yang mampu berbuat adil
Seorang pelaku poligami, harus memiliki sikap adil di antara para istrinya. Tidak boleh ia condong kepada salah satu istrinya. Hal ini akan mengakibatkan kezhaliman kepada istri-istrinya yang lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Siapa saja orangnya yang memiliki dua istri lalu lebih cenderung kepada salah satunya, pada hari kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan sebagian tubuhnya miring.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa-i, At-Tirmidzi)
Selain adil, ia juga harus seorang yang tegas. Karena boleh jadi salah satu istrinya merayunya agar ia tetap bermalam di rumahnya, padahal malam itu adalah jatah bermalam di tempat istri yang lain. Maka ia harus tegas menolak rayuan salah satu istrinya untuk tetap bermalam di rumahnya.
Jadi, jika ia tak mampu melakukan hal itu, maka cukup satu istri saja. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “…kemudian jika kamu khawatir tidak mampu berbuat adil, maka nikahilah satu orang saja…” (QS. An-Nisa: 3)
2- Aman dari lalai beribadah kepada Allah
Seorang yang melakukan poligami, harusnya ia bertambah ketakwaannya kepada Allah, dan rajin dalam beribadah. Namun ketika setelah ia melaksanakan syariat tersebut, tapi malah lalai beribadah, maka poligami menjadi fitnah baginya. Dan ia bukanlah orang yang pantas dalam melakukan poligami.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka…” (QS. At-Taghabun: 14)
3- Mampu menjaga para istrinya
Sudah menjadi kewajiban bagi suami untuk menjaga istrinya. Sehingga istrinya terjaga agama dan kehormatannya. Ketika seseorang berpoligami, otomatis perempuan yang ia jaga tidak hanya satu, namun lebih dari satu. Ia harus dapat menjaga para istrinya agar tidak terjerumus dalam keburukan dan kerusakan.
Misalnya seorang yang memiliki tiga orang istri, namun ia hanya mampu memenuhi kebutuhan biologis untuk dua orang istrinya saja. Sehingga ia menelantarkan istrinya yang lain. Dan hal ini adalah sebuah kezhaliman terhadap hak istri. Dampak yang paling parah terjadi, istrinya akan mencari kepuasan kepada selain suaminya, alias berzina. Wal iyyadzubillah!
Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang memiliki kemapuan untuk menikah, maka menikahlah…” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
4- Mampu memberi nafkah lahir
Hal ini sangat jelas, karena seorang yang berpoligami, wajib mencukupi kebutuhan nafkah lahir para istrinya. Bagaimana ia ingin berpoligami, sementara nafkah untuk satu orang istri saja belum cukup? Orang semacam ini sangat berhak untuk dilarang berpoligami.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan orang-orang yang tidak mampu menikah, hendaklah menjaga kesucian (dirinya), sampai Allah memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya…” (QS. An-Nur: 33)
Demikian tulisan singkat tentang poligami. Poligami adalah syariat mulia yang bisa bernilai ibadah. Namun untuk melaksanakan syariat tersebut membutuhkan ilmu, dan terpenuhi syarat-syaratnya. Jika anda merasa tidak mampu memenuhi 4 syarat di atas, maka jangan coba-coba untuk berpoligami.

Tuesday, 22 September 2015

Nikmat Yang Nyaris Terlupakan.

Nikmat Yang Nyaris Terlupakan.
 
Seorang Syaikh berusia 80 thn mengalami infeksi pada
telinganya yang nyaris membuatnya tuli. Dokter
menyarankan untuk melakukan operasi atas telinganya supaya tidak kian menjadi tuli, dan syaikh itupun menerimanya.
Setelah operasi sukses, dan Syaikh itu bisa mendengar
kembali dengan jelas, maka datanglah tagihan biaya atas iperasi telinganya. Syaikh itu melihat tagihan
operasinya, tiba-tiba menangis. Dokter yang melihat sang Syaikh itu merasa iba dan mengatakan bahwa bila
tagihan itu terlalu tinggi maka ia akan membebaskan
biaya dokter.
Maka sang Syaikh menjawab: "Aku Bukan Menangis
Karena Uang Yang Akan Aku Keluarkan, Tapi Aku
Menangis Karena Allah Telah Memberiku Pendengaran
Yang Jelas Selama 80 Tahun, Namun Allah Tidak Pernah mengirimiku Tagihan."
Al-Hasyr : 19
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﻛَﺎﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻧَﺴُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻓَﺄَﻧﺴٰﻯﻬُﻢْ ﺃَﻧﻔُﺴَﻬُﻢْ ۚ ﺃُﻭﻟٰٓﺌِﻚَ ﻫُﻢُ
ﺍﻟْﻔٰﺴِﻘُﻮﻥَ
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa
kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.

Saturday, 19 September 2015

Pacarmu Bisa Menuntutmu Di Akhirat ‪

Pacarmu Bisa Menuntutmu Di Akhirat
 

Wahai aktivis pacaran kenapa kamu lebih suka taat pada janji pacarmu dibandingkan pada janji Allah? Apakah pacarmu bisa membantu bebas dari siksa Neraka? Ga bakalan! Kalau dia sudah tiba di akhirat kelak, maka dia akan sibuk mengurus dirinya sendiri supaya selamat dari siksa Allah. Dapat dipastikan tidak akan mungkin dia mencari kamu dulu.
Bahkan mungkin pacarmu akan menuntut, karena kamu sudah menjerumuskan dia ke dalam dosa atas nama cinta. Boro-boro pacar menyelamatkan kamu, dirinya saja belum tentu selamat. Di akhirat, semua orang sibuk mengurus diri mereka sendiri, tidak ada yang sempat mengurus orang lain. Jadi meskipun kamu berteriak ‘aku cinta kamu’ sampai mulutmu berbusa, dipastikan pacarmu tidak akan pernah menolong.
Ini buktinya surat Al-An’am ayat 94:
“Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami kurniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa`at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).”
Jadi BO-HONG kalau saat ini pacarmu bilang ‘cintaku padamu sehidup semati’. Karena diakhirat pacar kamu akan sibuk mengurus dirinya sendiri. Jangankan di akhirat, sekarang saja, misalnya kamu mati, dia tidak akan mau ikut mati. Bahkan dia akan mencari yg lain lagi. Tertipu kan kamu?

Sebab-Sebab Hati Menjadi Lembut dan Mudah Menangis Karena Allah

Sebab-Sebab Hati Menjadi Lembut dan Mudah Menangis Karena Allah 
 
1. Mengenal Allah melalui nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatan-Nya
2. Membaca al-Qur’an dan merenungi kandungan maknanya
3. Banyak berdzikir kepada Allah
4. Memperbanyak ketaatan
5. Mengingat kematian, menyaksikan orang yang sedang di ambang kematian atau melihat jenazah orang
6. Mengkonsumsi makanan yang halal
7. Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat
8. Sering mendengarkan nasehat
9. Mengingat kengerian hari kiamat, sedikitnya bekal kita dan merasa takut kepada Allah
10. Meneteskan air mata ketika berziarah kubur
11. Mengambil pelajaran dari kejadian di dunia seperti melihat api lalu teringat akan neraka
12. Berdoa
13. Memaksa diri agar bisa menangis di kala sendiri
(Al-Buka' min Khas-yatillah, hal. 18-33 karya Ihsan bin Muhammad al-'Utaibi)

Thursday, 17 September 2015

AKU SANGAT MENCINTAIMU YA RASULALLAH

AKU SANGAT MENCINTAIMU YA RASULALLAH
 
Ketika mereka mengajak utk melestarikan ajaran nenek moyang, aku memilih melestarikan ajaran yg engkau bawa, karena menurutku engkaulah NENEK MOYANGKU yg paling mulia... engkaulah nenek moyang yg paling kucinta.
Ketika mereka mengajak utk memuliakan kyai, sehingga seringkali mereka memelintir sabdamu agar sesuai dg perkataan kyai... aku lebih memilih engkau sebagai MAHA KYAI, kubenarkan semua sabdamu, dan kuterima dg apa adanya sebagaimana dipahami para sahabatmu... sungguh akan kuplintir perkataan siapapun yg menyelisihi sabdamu... karena sabdamu adalah barometer utk perkataan semua kyai, siapapun dia dan darimanapun asalnya.
Ketika banyak kalangan menyuruh atau bahkan mengharuskan utk menghidupkan tradisi dlm masyarakat... aku lebih memilih utk menghidupkan TRADISI yg kau bawa, tradisi yg telah diperaktekkan oleh masyarakatmu, para sahabatmu... memang tradisi yg tdk bertentangan dg tradisimu akan kutolerir... bukan aku membenci tradisi daerahku, tp karena aku lbh mencintaimu dan tradisimu melebihi siapapun, melebihi tradisi manapun.
Ketika mereka mengajak beribadah dg ritual sesepuh yg sudah mendarah daging... aku lebih memilih dan mencintai RITUAL ibadah yg kau ajarkan, tidak akan kutambah krn tdk mungkin aku atau siapapun lebih pintar darimu... dan tidak ingin kukurangi, krn itu akan mengurangi pahalaku... bahkan andai ritual ibadah sesepuh itu sudah mendarah daging pada diriku, aku rela utk mengganti darah dan daging itu, karena aku memang sangat mencintaimu, engkaulah SESEPUHKU yg paling sempurna.
Ketika banyak orang merasa bangga dg budaya barat, aku memilih utk bangga dengan BUDAYAMU, karena budayamu itu mengumpulkan kesucian, kemuliaan, kewibawaan, keindahan, kebahagiaan, dan sifat penyempurna lainnya... aku mencintaimu, oleh karenanya aku merasa bangga dg budayamu.
Saking besarnya cintaku kepadamu, aku ikrarkan sebagaimana perkataan para sahabatmu: "Demi engkau kurelakan bapak ibu kami sebagai tebusan".
Semoga Allah meneguhkanku di atas jalanmu dan para sahabatmu... merekalah para salafku... hanya dengan itulah aku pantas berharap; semoga nanti dikumpulkan bersama mereka, di dalam FirdausNya, amin.

Wednesday, 16 September 2015

MENCINTAI KARENA ALLAH

MENCINTAI KARENA ALLAH
 
Sahabat,
Pernahkah berfikir kenapa kita dipertemukan?
Allah mempertemukan kita untuk satu alasan.
Entah untuk memberi atau menerima.
Entah untuk belajar atau mengajarkan.
Entah untuk bercerita atau mendengarkan.
Entah untuk sesaat atau selamanya.
Entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya.
Semua tidak ada yang sia-sia, karena Allah yang mempertemukan.
Hidup kita saling mengisi, bersinggungan.
Bisa jadi kehadiran kita adalah jawaban atas do'a-do'a sahabat kita, sebagaimana mereka pun adalah jawaban atas do'a-do'a kita.
Jika sudah menjadi takdir Allah, meski dengan jarak beribu-ribu kilometer kita tetap akan dipertemukan, dalam satu ikatan bernama UKHUWAH.
Disini, selalu membuatku ingin tetap tinggal, didalam hati dan do'a-do'a sahabat. Sampai detik ini kita hebat. Detik berikutnya semoga makin hebat.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :
"Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah, terdapat orang-orang yang bukan Nabi, dan bukan pula Syuhada. Tetapi para nabi dan syuhada cemburu pada mereka di hari kiamat nanti, disebabkan kedudukan yang diberikan Allah kepada mereka".
"Ya Rasulullah, beritahukanlah kepada kami, siapa mereka?"
Ujar sahabat: "Agar kami bisa turut mencintai mereka."
Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menjawab :
“Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah tanpa ada hubungan keluarga dan nasab di antara mereka. Demi Allah, wajah-wajah mereka pada hari itu bersinar bagaikan cahaya di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka tidak takut di saat manusia takut, dan mereka tidak sedih di saat manusia sedih.”
(HR. Abu Dawud)
Dalam Hadits lain disebutkan:
"Di sekitar Arsy Allah ada menara-menara dari cahaya, didalamnya terdapat orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, wajah-wajah mereka bercahaya, mereka bukan Nabi atau pun Syuhada. Para Nabi dan syuhada iri kepada mereka".
Ketika ditanya para sahabat:
“Siapakah mereka itu ya Rasulullah?”
Rasulullah menjawab:
“Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat karena Allah, dan saling berkunjung karena Allah.” (HR. Tirmidzi)
Semoga kita adalah golongan orang-orang yang dicemburui oleh para Nabi dan Syuhada.
Semoga ukhuwah kita yang terjalin dilandasi oleh kasih sayang dan saling mencintai karena Allah.

JALAN MENUJU ALLAH

JALAN MENUJU ALLAH

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata :
Jalan menuju Allah adalah jalan dimana :
- Adam kelelahan…
- Nuh mengeluh…
- Ibrahim dilempar ke dalam api…
- Ismail dibentangkan untuk disembelih…
- Yusuf dijual dengan harga murah dan dipenjara selama beberapa tahun…
- Zakaria digergaji…
- Yahya disembelih…
- Ayub menderita penyakit…
- Daud menangis melebihi kadar semestinya…
- Isa berjalan sendirian…
عليهم السﻻم جميعا
Dan..
- Muhammad صلى الله عليه وسلم mendapatkan kefakiran dan berbagai gangguan…

Sementara kalian ingin menempuhnya dengan bersantai ria dan bermain-main?
Demi Allah takkan pernah bisa terjadi.