Monday, 12 October 2015

"Siapa yang menciptakan Allah?"

"Siapa yang menciptakan Allah?" Pemuda Ini Menjawab hingga Atheis tak berkutik
 
Ada seorang Atheis yg memasuki sebuah masjid, dia mengajukan 3 pertanyaan yg hanya boleh dijawab dengan akal. Artinya tidak boleh dijawab dengan dalil, karena dalil itu hanya dipercaya oleh pengikutnya, jika menggunakan dalil (naqli) maka justru diskusi ini tidak akan menghasilkan apa-apa...
Pertanyaan atheis itu adalah:
1. Siapa yg menciptakan Allah?? Bukankah semua yg ada di dunia ada karena ada penciptanya?? Bagaimana mungkin Allah ada jika tidak ada penciptanya??
2. Bagaimana caranya manusia bisa makan dan minum tanpa buang air?? Bukankah itu janji Allah di Syurga?? Jangan pakai dalil, tapi pakai akal....
3. Ini pertanyaan ketiga, kalau iblis itu terbuat dari Api, lalu bagaimana bisa Allah menyiksanya di dalam neraka?? Bukankah neraka juga dari api??
Tidak ada satupun jamaah yg bisa menjawab, kecuali seorang pemuda.
Pemuda itu menjawab satu per satu pertanyaan sang atheis :
1. Apakah engkau tahu, dari angka berapakah angka 1 itu berasal?? Sebagaimana angka 2 adalah 1+1 atau 4 adalah 2+2?? Atheis itu diam membisu..
"Jika kamu tahu bahwa 1 itu adalah bilangan tunggal. Dia bisa mencipta angka lain, tapi dia tidak tercipta dari angka apapun, lalu apa kesulitanmu memahami bahwa Allah itu Zat Maha Tunggal yg Maha mencipta tapi tidak bisa diciptakan??"
2. Saya ingin bertanya kepadamu, apakah kita ketika dalam perut ibu kita semua makan? Apakah kita juga minum? Kalau memang kita makan dan minum, lalu bagaimana kita buang air ketika dalam perut ibu kita dulu?? Jika anda dulu percaya bahwa kita dulu makan dan minum di perut ibu kita dan kita tidak buang air didalamnya, lalu apa kesulitanmu mempercayai bahwa di Syurga kita akan makan dan minum juga tanpa buang air??
3. Pemuda itu menampar sang atheis dengan keras. Sampai sang atheis marah dan kesakitan. Sambil memegang pipinya, sang atheis-pun marah-marah kepada pemuda itu, tapi pemuda itu menjawab : "Tanganku ini terlapisi kulit, tanganku ini dari tanah..dan pipi anda juga terbuat dari kulit dari tanah juga..lalu jika keduanya dari kulit dan tanah, bagaimana anda bisa kesakitan ketika saya tampar?? Bukankah keduanya juga tercipta dari bahan yg sama, sebagaimana Syetan dan Api neraka??
Sang athies itu ketiga kalinya terdiam...
Sahabat, pemuda tadi memberikan pelajaran kepada kita bahwa tidak semua pertanyaan yg terkesan mencela/merendahkan agama kita harus kita hadapi dengan kekerasan. Dia menjawab pertanyaan sang atheis dengan cerdas dan bernas, sehingga sang atheis tidak mampu berkata-kata lagi atas pertanyaannya..
Itulah pemuda yg Islami, pemuda yg berbudi tinggi, berpengtahuan luas, berfikiran bebas...tapi tidak liberal... tetap terbingkai manis dalam indahnya Aqidah...
Ada yg berkata bahwa pemuda itu adalah Imam Abu Hanifah muda. Rahimahullahu Ta'ala..

Wednesday, 7 October 2015

{Kuhadiahkan Nasehat Ini Untukmu Wahai Saudaraku}

{Kuhadiahkan Nasehat Ini Untukmu Wahai Saudaraku}
Wahai saudaraku, jika suatu hari engkau tidak mengetahui dimana engkau telah menabur benih tanaman, maka hujan akan memberitahumu di mana
engkau telah menanam..
Oleh karena itu taburlah benih kebaikan di atas bumi yang manapun, di bawah langit yang manapun, dan kepada siapapun, meskipun engkau tidak mengetahui di mana engkau akan menuainya dan kapan engkau akan menuainya..
Tanamlah kebaikan walaupun pada selain tempatnya, Tidak akan sia-sia suatu kebaikan di manapun ia ditanam..
ALANGKAH INDAHNYA MENABUR SEBUAH KEBAIKAN..
Niscaya engkau akan menuai hasilnya di dunia atau disimpan sebagai kebaikanmu di akherat kelak..
Janganlah engkau merenggut kebahagian seseorang dan janganlah engkau menindas perasaannya..
Umur kita terlalu singkat untuk hal-hal seperti itu..
Setiap perilaku baik selalu abadi selamanya meskipun pelakunya telah tiada. ..
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ' anhuma, bahwasanya Rosulullah shallallahu ' alaihi wasallam bersabda:
ﺧﻴﺮ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻧﻔﻌﻬﻢ ﻟﻠﻨﺎﺱ
" Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat diantara mereka untuk manusia ". ( HR. At Thabrani dalam Mu'jamul Ausath, Lihat Ash Shahihah no. 426 Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan Syaikh Al Albani rahimahullah di dalam Shahihut Targhib no. 3364)
Abu Qinan Aflaha/ Abu Hudzaifah At-Tamimiy

Tuesday, 6 October 2015

mengapa Rasululloh Melarang Pria Memakai EMAS...."

TERJAWAB sudah mengapa Rasululloh Melarang Pria Memakai EMAS...."
 
Tentu kalian pernah mendengar kalau umat Islam melarang kaum pria memakai emas. Mungkin diantara kalian bertanya-tanya kenapa Islam melarang ya, padahal kan bukan barang haram.
Kalau haram tentu wanita juga dilarang memakai emas.
Ternyata bukan karena takut kaum wanita tersaingi tapi karena ada alasan lain yang baru bisa dibuktikan pada abad ke 20.
Berikut hadistnya.
Nabi Sallallahu Alaihi Wa sallam telah melarang kaum laki-laki memakai cincin emas [Al-Bukhari dan Muslim] masing-masing dari Al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wa sallam melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, maka beliau memintanya supaya mencopot cincinnya, kemudian melemparkannya ke tanah. Hadits ini diriwayatkan oleh imam Al Bukhori dan Imam Muslim.
Ternyata diabad ke 20 Para ahli fisika telah menyelidiki hal ini dan kemudian menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu "menembus" ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika kita (pria) mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam kadar yang melebihi batas (dikenal dengan sebutan migrasi emas).
Dan apabila ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer.
Sebab jika tidak di buang maka dalam jangka waktu yang lama atom emas dalam darah ini akan sampai ke otak dan memicu penyakit Alzheimer.
Alzheimer adalah suatu penyakit dimana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil.
Alzheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan penuaan paksaan atau terpaksa.
Beberapa orang yang terkena penyakit Alzheimer adalah Charles Bronson, Ralph Waldo Emerson dan Sugar Ray Robinson.
Dan mengapa Islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas ?
"Wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi." Itulah sebabnya Islam mengharamkan pria memakai emas dan membolehkan wanita memakai perhiasan emas.
Itulah alasan agama Islam melarang pria memakai emas, ternyata hal ini telah diketahui Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam 1400 tahun silam.
Padahal beliau tidak pernah belajar ilmu fisika dan tidak paham tentang fisika. Allahu Akbar.

Friday, 25 September 2015

4 Syarat Poligami

4 Syarat Poligami
 
Poligami adalah salah satu di antara syariat Islam.
Poligami adalah salah satu di antara syariat Islam. Poligami juga adalah syariat yang banyak juga ditentang di antara kaum muslimin. Yang katanya merugikan wanita, menurut mereka yang memegang kaedah emansipasi perempuan.
Namun poligami sendiri bukanlah seperti yang mereka pikirkan. Para ulama menilai hukum poligami dengan hukum yang berbeda-beda. Salah satunya adalah Syaikh Mustafa Al-Adawiy. Beliau menyebutkan bahwa hukum poligami adalah sunnah. Dalam kitabnya ahkamun nikah waz zafaf, beliau mempersyaratkan 4 hal:
1- Seorang yang mampu berbuat adil
Seorang pelaku poligami, harus memiliki sikap adil di antara para istrinya. Tidak boleh ia condong kepada salah satu istrinya. Hal ini akan mengakibatkan kezhaliman kepada istri-istrinya yang lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Siapa saja orangnya yang memiliki dua istri lalu lebih cenderung kepada salah satunya, pada hari kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan sebagian tubuhnya miring.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa-i, At-Tirmidzi)
Selain adil, ia juga harus seorang yang tegas. Karena boleh jadi salah satu istrinya merayunya agar ia tetap bermalam di rumahnya, padahal malam itu adalah jatah bermalam di tempat istri yang lain. Maka ia harus tegas menolak rayuan salah satu istrinya untuk tetap bermalam di rumahnya.
Jadi, jika ia tak mampu melakukan hal itu, maka cukup satu istri saja. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “…kemudian jika kamu khawatir tidak mampu berbuat adil, maka nikahilah satu orang saja…” (QS. An-Nisa: 3)
2- Aman dari lalai beribadah kepada Allah
Seorang yang melakukan poligami, harusnya ia bertambah ketakwaannya kepada Allah, dan rajin dalam beribadah. Namun ketika setelah ia melaksanakan syariat tersebut, tapi malah lalai beribadah, maka poligami menjadi fitnah baginya. Dan ia bukanlah orang yang pantas dalam melakukan poligami.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka…” (QS. At-Taghabun: 14)
3- Mampu menjaga para istrinya
Sudah menjadi kewajiban bagi suami untuk menjaga istrinya. Sehingga istrinya terjaga agama dan kehormatannya. Ketika seseorang berpoligami, otomatis perempuan yang ia jaga tidak hanya satu, namun lebih dari satu. Ia harus dapat menjaga para istrinya agar tidak terjerumus dalam keburukan dan kerusakan.
Misalnya seorang yang memiliki tiga orang istri, namun ia hanya mampu memenuhi kebutuhan biologis untuk dua orang istrinya saja. Sehingga ia menelantarkan istrinya yang lain. Dan hal ini adalah sebuah kezhaliman terhadap hak istri. Dampak yang paling parah terjadi, istrinya akan mencari kepuasan kepada selain suaminya, alias berzina. Wal iyyadzubillah!
Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang memiliki kemapuan untuk menikah, maka menikahlah…” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
4- Mampu memberi nafkah lahir
Hal ini sangat jelas, karena seorang yang berpoligami, wajib mencukupi kebutuhan nafkah lahir para istrinya. Bagaimana ia ingin berpoligami, sementara nafkah untuk satu orang istri saja belum cukup? Orang semacam ini sangat berhak untuk dilarang berpoligami.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan orang-orang yang tidak mampu menikah, hendaklah menjaga kesucian (dirinya), sampai Allah memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya…” (QS. An-Nur: 33)
Demikian tulisan singkat tentang poligami. Poligami adalah syariat mulia yang bisa bernilai ibadah. Namun untuk melaksanakan syariat tersebut membutuhkan ilmu, dan terpenuhi syarat-syaratnya. Jika anda merasa tidak mampu memenuhi 4 syarat di atas, maka jangan coba-coba untuk berpoligami.

Tuesday, 22 September 2015

Nikmat Yang Nyaris Terlupakan.

Nikmat Yang Nyaris Terlupakan.
 
Seorang Syaikh berusia 80 thn mengalami infeksi pada
telinganya yang nyaris membuatnya tuli. Dokter
menyarankan untuk melakukan operasi atas telinganya supaya tidak kian menjadi tuli, dan syaikh itupun menerimanya.
Setelah operasi sukses, dan Syaikh itu bisa mendengar
kembali dengan jelas, maka datanglah tagihan biaya atas iperasi telinganya. Syaikh itu melihat tagihan
operasinya, tiba-tiba menangis. Dokter yang melihat sang Syaikh itu merasa iba dan mengatakan bahwa bila
tagihan itu terlalu tinggi maka ia akan membebaskan
biaya dokter.
Maka sang Syaikh menjawab: "Aku Bukan Menangis
Karena Uang Yang Akan Aku Keluarkan, Tapi Aku
Menangis Karena Allah Telah Memberiku Pendengaran
Yang Jelas Selama 80 Tahun, Namun Allah Tidak Pernah mengirimiku Tagihan."
Al-Hasyr : 19
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﻛَﺎﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻧَﺴُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻓَﺄَﻧﺴٰﻯﻬُﻢْ ﺃَﻧﻔُﺴَﻬُﻢْ ۚ ﺃُﻭﻟٰٓﺌِﻚَ ﻫُﻢُ
ﺍﻟْﻔٰﺴِﻘُﻮﻥَ
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa
kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.

Saturday, 19 September 2015

Pacarmu Bisa Menuntutmu Di Akhirat ‪

Pacarmu Bisa Menuntutmu Di Akhirat
 

Wahai aktivis pacaran kenapa kamu lebih suka taat pada janji pacarmu dibandingkan pada janji Allah? Apakah pacarmu bisa membantu bebas dari siksa Neraka? Ga bakalan! Kalau dia sudah tiba di akhirat kelak, maka dia akan sibuk mengurus dirinya sendiri supaya selamat dari siksa Allah. Dapat dipastikan tidak akan mungkin dia mencari kamu dulu.
Bahkan mungkin pacarmu akan menuntut, karena kamu sudah menjerumuskan dia ke dalam dosa atas nama cinta. Boro-boro pacar menyelamatkan kamu, dirinya saja belum tentu selamat. Di akhirat, semua orang sibuk mengurus diri mereka sendiri, tidak ada yang sempat mengurus orang lain. Jadi meskipun kamu berteriak ‘aku cinta kamu’ sampai mulutmu berbusa, dipastikan pacarmu tidak akan pernah menolong.
Ini buktinya surat Al-An’am ayat 94:
“Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami kurniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa`at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).”
Jadi BO-HONG kalau saat ini pacarmu bilang ‘cintaku padamu sehidup semati’. Karena diakhirat pacar kamu akan sibuk mengurus dirinya sendiri. Jangankan di akhirat, sekarang saja, misalnya kamu mati, dia tidak akan mau ikut mati. Bahkan dia akan mencari yg lain lagi. Tertipu kan kamu?

Sebab-Sebab Hati Menjadi Lembut dan Mudah Menangis Karena Allah

Sebab-Sebab Hati Menjadi Lembut dan Mudah Menangis Karena Allah 
 
1. Mengenal Allah melalui nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatan-Nya
2. Membaca al-Qur’an dan merenungi kandungan maknanya
3. Banyak berdzikir kepada Allah
4. Memperbanyak ketaatan
5. Mengingat kematian, menyaksikan orang yang sedang di ambang kematian atau melihat jenazah orang
6. Mengkonsumsi makanan yang halal
7. Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat
8. Sering mendengarkan nasehat
9. Mengingat kengerian hari kiamat, sedikitnya bekal kita dan merasa takut kepada Allah
10. Meneteskan air mata ketika berziarah kubur
11. Mengambil pelajaran dari kejadian di dunia seperti melihat api lalu teringat akan neraka
12. Berdoa
13. Memaksa diri agar bisa menangis di kala sendiri
(Al-Buka' min Khas-yatillah, hal. 18-33 karya Ihsan bin Muhammad al-'Utaibi)