Saturday, 12 September 2015

KEWAJIBAN MENGIKUTI SUNNAH NABI


KEWAJIBAN MENGIKUTI SUNNAH NABI Shallallahu Alaihi Wasallam SAMPAI MATI (*)
Ust. Muhammad Wasitho MA
 
Bismillah. Mengikuti Sunnah Nabi shallallahu alaihi wassalam adalah suatu kewajiban atas setiap muslim dan muslimah yg ingin hidup selamat dan bahagia di dunia dan akhirat.
Yang dimaksudkan dgn Sunnah Nabi ialah petunjuk n tuntunan yang datang dari Nabi kpd kita dgn jalan periwayatan yg shohih (valid n otentik), baik dlm hal aqidah, ibadah, mu'amalah, akhlak & adab, maupun selainnya.
» Allah ta'ala berfirman: “Katakanlah (wahai Rasulullah): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku (ikutilah tuntunan n petunjukku), niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Ali ‘Imran: 31)
» Diriwayatkan dari Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yg aku bawa.” (Riwayat Ibnu Abi Hashim dalam As-Sunnah, dan imam An-Nawawi dalam Hadits Arab’in).
» ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata: “Hendaklah kalian mengikuti (Sunnah Nabi) dan janganlah kalian berbuat bid’ah. Sungguh kalian telah dicukupi dengan Islam ini, dan setiap bid’ah adalah sesat.” (Riwayat ad-Darimi, al-Lalika-i n selainnya).
»4. Al-Auza’i rahimahullah berkata: “Bersabarlah dirimu di atas As-Sunnah, tetaplah tegak di atasnya sebagaimana para Sahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa2 yg mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan As-Salafush Sholih, karena ia (Sunnah Nabi) akan mencukupimu sebagaimana ia telah mencukupi mereka.” (Lihat Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah I/174 no. 315).
(*) Selengkapnya bisa dibaca di Blog Dakwah Sunnah berikut ini, KLIK:Http://abufawaz.wordpress.com

Meyakini (Namun) Tak Mengamalkan

Meyakini (Namun) Tak Mengamalkan 

Firman Allah سبحانه وتعالى;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yg beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa”
| QS. Al Baqarah: 183
Kata Ibnu Mas'ud رضي الله عنه;
“Jika kalian mendengar atau membaca ayat Al-Qur’an yg diawali dengan seruan ‘wahai orang-orang yang beriman‘,
maka perhatikanlah dengan seksama; karena setelah seruan itu tidak lain adalah sebuah kebaikan yg Allah perintahkan atau sebuah keburukan yg Allah larang.”
Ibnu Katsir رحمه الله menjelaskan;
“Firman Allah ini ditujukan kepada orang-orang yg beriman dari umat manusia & ini merupakan perintah untuk melaksanakan ibadah puasa."
Dari ayat ini kita melihat dengan jelas adanya kaitan antara puasa dengan keimanan seseorang. Allah memerintahkan puasa kepada orang-orang yg memiliki iman,
Dengan demikian Allah pun hanya menerima puasa dari jiwa-jiwa yang terdapat iman di dalamnya.
Dan puasa juga merupakan tanda kesempurnaan keimanan seseorang.
“Telah menjadi ijma` (konsensus) di kalangan para sahabat Nabi dan para tabi`in sesudah mereka serta para ulama yang telah saya temui,
Semuanya berkata: Sesungguhnya iman itu perkataan & amal perilaku, di mana salah satunya tidak cukup jika tidak ada yang lainnya."
| Imam asy-Syafi'i رحمه الله
Jadi, bukan orang beriman jika hanya mengatakan puasa itu wajib, namun tak mengamalkan.
Buka juga beriman jika hanya mengamalkan, namun tak meyakini wajibnya pensyariatan puasa (Hanya ikut-ikutan puasa).
Maka yg akan menggapai derajat taqwa adalah mereka yg berpuasa dengan keimanannya.
وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب

Menelan Sisa Makanan Di Mulut Ketika Berpuasa

Menelan Sisa Makanan Di Mulut Ketika Berpuasa
 
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Terkadang ketika selesai makan, ada sisa makanan yg menyangkut di sela2 gigi. Ada yg membersihkan dg tusuk gigi ada jg yg mempunyai kebiasaan membersihakan dengan lidah mrk kemudian menelannya baik dengan sengaja ataupun tidak sengaja. Bagaimana hal ini ketika puasa?
Pertanyaan:
سؤال: إذا بقي شيء من طعام بين أسنان الصائم، هل يعتبر ذلك من المفطرات إذا ابتلعها الصائم؟
Jika tersisa sedikit makanan di antara gigi orang yang berpuasa, apakah ini bisa membatalkan puasa jika ia menelannya?
Jawaban:
الجواب: إذا أصبح الصائم ووجد في أسنانه شيء من مخلفات الطعام، هذا لا يؤثر على صيامه، لكن عليه أن يلفظ هذه المخلفات ويتخلص منها، ولا تؤثر على صيامه، إلا إذا ابتلعها، فإذا ابتلع شيئًا مما تخلف في أسنانه متعمدًا، فإن هذا يفسد صيامه، أما لو ابتلعه جاهلًا أو ناسيًا، هذا لا يؤثر على صيامه، وينبغي للمسلم أن يحرص على نظافة فمه وأسنانه بعد الطعام، سواءً في حالة الصيام أو غيره، لأن النظافة مطلوبة للمسلم.
Jika seseorang berpuasa dan ada pada sela-sela gigi sisa makanan, Ini tidak mempengaruhi puasanya. Akan tetapi hendaknya ia mengeluarkan dan membersihkannya serta tidak mempengaruhi puasanya kecuali jika ia menelannya.
-jika ia menelan sisia makanan di giginya dengan sengaja maka ini membatalkan puasanya
-adapun jika ia menelannya karena tidak tahu atau lupa maka ini tidak mempengaruhi puasanya
Selayaknya bagi setiap muslim bersemangat dalam menjaga kebersihan mulut dan giginya setelah makan, sama saja pada keadaan puasa atau tidak, karena kebesihan bagi seorang muslim adalah hal yang dituntut.
(Majmu’ Fatawa Syaikh Shalih Al-Fauzan Hafidzahullah, 2/401
(( AD-DIINU AN-NASHIIHAH ))

Friday, 11 September 2015

Utarakanlah Rasa Cinta Anda Kepada Orang Yang Anda Nasehati

 

Utarakanlah Rasa Cinta Anda Kepada Orang Yang Anda Nasehati
Utarakanlah RASA CINTA Anda kepada orang yang Anda nasehati... karena itu akan lebih memudahkan hatinya terbuka menerima nasehat Anda.
Cobalah Anda renungkan hadits mulia yg sangat inspiratif berikut ini, Nabi -shollallohu alaihi wasallam- suatu hari memegang tangan Mu'adz dan mengatakan:
"Wahai Mu'adz, demi Allah sungguh aku benar-benar mencintaimu, demi Allah sungguh aku benar-benar mencintaimu"… kemudian beliau mengatakan: "Aku BERWASIAT kepada wahai Mu'adz, janganlah engkau sekali-kali meninggalkan di penghujung setiap sholat untuk mengucapkan:
Ya Allah, bantulah aku dalam berdzikir mengingatMu, mensyukuriMu, dan membaikkan ibadah kepadaMu". [HR. Abu Dawud: 1522, dishahihkan oleh Sy Albani].
Subhanallah… cobalah Anda renungkan beberapa hal berikut ini:
1. Beliau adalah seorang Nabi dan Rosul -shollallohu alaihi wasallam-, namun tidak gengsi untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada sahabatnya Mu'adz.
2. Beliau memberikan penegasan dalam ungkapan cinta tersebut dengan empat penegasan, yaitu: dengan sumpah "demi Allah", "sesungguhnya aku", "benar-benar", dan beliau mengulangi 3 kalimat itu sebanyak dua kali… Ini menunjukkan bahwa beliau tidak main-main dalam mengungkapkan kecintaannya kepada sahabatnya tersebut.
3. Bayangkanlah bagaimana usaha beliau menyampaikan kebaikan kepada Sahabat Mu'adz, beliau memegang tangannya tanda keakraban, menyatakan kecintaannya kepadanya dg sungguh-sungguh, dan memilih kata "berwasiat" untuk mengungkapkan makna berpesan, agar pengaruhnya lebih mengena dan menancap di hati Sahabat Mu'adz.
Oleh karenanya, hendaknya para da'i yg mengajak kepada Allah juga meneladani ini, sehingga dakwahnya mudah diterima, atau bahkan mereka tertawan hatinya untuk menerima dakwah Sunnah yang dibawa… wallohu a'lam.

Al-Faruq Umar bin Al-Khathab Radhiyallahu 'Anhu

 

Al-Faruq Umar bin Al-Khathab Radhiyallahu 'Anhu pernah berkata, ''Demi Zat yang jiwaku berada di genggaman-Nya, seandainya Abu Bakar mematuhi kami, maka kami telah kafir hanya dalam satu pagi, yakni ketika orang-orang meminta keringanan dalam masalah zakat (untuk tidak mengobarkan perang kepada para murtaddin penolak zakat), dan dia menolak pendapat mereka dan mengatakan; 'Seandainya mereka menahan dariku seutas tali, aku akan mengobarkan jihad atas mereka karenanya.''''(Mushannaf Ibnu Abi Syaibah)
Umar juga menegaskan, ''Kami hampir saja menjadi kafir hanya dalam satu pagi, seandainya saja Allah tidak menyelamatkan kami melalui Abu Bakar Ash- Shiddiq Radhiyallahu 'Anhu.'' (Al-Ibanah Al-Kubra)
Dari Abu Rajaa` Al-'Utaridi Rahimahullahu, dia berkata, ''Aku mendatangi kota Madinah, dan mendapati bahwa orang-orang sedang berkumpul mengelilingi seorang laki-laki yang mencium kepala seseorang, seraya berkata, 'Aku menjadi tebusanmu, karena jika bukan karena engkau, niscaya kami telah binasa!'
Maka aku bertanya, 'Siapakah orang yang mencium, dan siapakah orang yang dicium?'
Maka mereka menjawab, 'Itu adalah Umar bin Al-Khathab yang mencium kepala Abu Bakar untuk memerangi orang-orang murtad yang menolak membayar zakat.' ''(Tarikh Dimasyq)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, dia berkata, ''Demi Allah yang tiada ilah selain-Nya, kalau bukan karena Abu Bakar diangkat sebagai khalifah, barangkali Allah tidak akan lagi disembah.'' Dia mengulanginya sebanyak tiga kali. (Tarikh Dimasyq)
Waki' bin Al-Jarrah Rahimahullahu mengatakan, ''Kalau bukan karena Abu Bakar, niscaya Islam akan lenyap.'' (Al-Ibanah Al-Kubra) Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullahu berkata, ''Kalau bukan karena apa yang telah dilakukan Abu Bakar, niscaya manusia telah menjadi kafir karena persoalan zakat hingga Hari Kiamat.'' (Tarikh Dimasyq)
Kalau karena hanya menolak satu syariat saja, yaitu enggan membayar zakat, maka Abu Bakar niscaya akan memerangi mereka, lalu apa gerangan dengan banyak penguasa hari ini yang menolak banyak syariat Allah?!
Kalau karena hanya menolak satu syariat saja, yaitu menolak membayar zakat, lalu para ulama menyatakan bahwa manusia kala itu hampir saja menjadi kafir, sehingga mereka berterima kasih kepada Abu Bakar, lalu apa gerangan dengan kondisi manusia hari ini yang menolak banyak hukum Allah?

SIFAT ORANG BERILMU

SIFAT ORANG BERILMU

 

Sering terjadi pada sebagian pencari ilmu penyakit sombong, merasa dirinya paling shalih dan menganggap orang lain semuanya di bawahnya. Kemudian merasa diri paling dekat dengan Allah dan dicintai-Nya, sedangkan yang lain dianggap orang-orang yang jauh dan tidak dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan biasanya, pada puncaknya dia merasa dosa-dosanya diampuni, sedangkan dosa orang lain tidak akan diampuni.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya dahulu di kalangan Bani Israil ada dua orang yang bersaudara. Salah satunya seorang pendosa, sedangkan yang lainnya seorang yang rajin beribadah. Dan bahwasanya sang ahli ibadah selalu melihat saudaranya bergelimang dosa, maka ia berkata: “Kurangilah!” Pada suatu hari ia mendapatinya dalam keadaan berdosa, maka ia berkata: “Kurangilah!” Berkata si pendosa: “Biarkanlah antara aku dan Rabb-ku! Apakah engkau diutus untuk menjadi penjagaku?” Sang ahli ibadah berkata: “Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu!” Atau: “Demi Allah, Allah tidak akan memasukkanmu ke dalam surga!” Dicabutlah ruh kedua orang tersebut dan dikumpulkan di sisi Allah. Maka Allah berfirman kepada ahli ibadah: “Apakah engkau mengetahui tentang Aku? Ataukah engkau merasa memiliki apa yang ada di tangan-Ku?” Dan Allah berkata kepada si pendosa: “Pergilah engkau dan masuklah ke surga dengan rahmat-Ku!” Dan berkata kepada ahli ibadah: “Bawalah ia ke dalam neraka!” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, Syaikh Al-Albani dalam Shahih Jami’ ash-Shaghir)
Hendaknya kita jangan menyucikan diri sendiri, mengangap hebat. Ini semua hanyalah anugrah saja dari Allah.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang bertakwa.” (QS. An-Najm: 32)
Semoga ilmu yang kita miliki membuat kita jauh dari sifat sombong, dan bukannya kita berpenyakit sombong karena ilmu yang dimiliki.

SUNAH NABI

SUNNAH NABI ITU MEMANG LUAR BIASA
1. B.A.B duduk, beresiko tinggi terkena wasir/ambeien. BAB jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
2. Kencing berdiri beresiko prostat dan batu ginjal. Kencing jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
3. Enzim di tangan membantu makanan lebih mudah dicerna. Dibanding dengan besi, kayu, atau plastik, makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
4. Makan dan minum berdiri dpt mengganggu perncernaan. Dengan duduk lebih santun dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
5. Makan di kursi, masih kurang menyehatkan. Dengan duduk di lantai, tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang: udara, makanan dan air, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
6. Makan buah setelah makan (cuci mulut) kurang bagus bagi lambung, karena ada reaksi asam. Yang sehat adalah makan buah sebelum makan, membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
7. Tidur tengkurep tidak bagus untuk kesehatan, bahkan itu tidurnya syetan. Tidur menghadap kanan lebih menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.
8. Banyak Rahasia Sunnah yg telah diteliti para pakar, dari segi hikmah, manfaat, dan kesehatan. Benarlah yg dikatakan: di balik sunnah ada kejayaan. Bagi kita, jika misalnya belum tahu manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.
9. Seorang dokter Eropa berkata: jika semua manusia mengamalkan 3 sunnah saja (sunnah makan, sunnah di Kamar Mandi, dan sunnah tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien..
Subhanallah....
Cintailah sunnah Nabi, tidak hanya adab2 sehari tapi seluruh apa yang telah Rasullah tetapkan dalam Dien Islam .. "Mau yg disukai atau tidak".